Minggu, 31 Mei 2015

Fotografi 10

Hallo... Assalamu'alaikum semua. Kali ini Sherly mau posting Foto Esai dan Foto Seri lagi. Sepertinya ini postingan terakhir aku. Eitss.. Bukan postingan terakhir yang gimana - gimana ya. Please, jangan salah tangkap --" *nangkap cicak kali ah.

Maksud aku postingan terakhir edisi tugas foto esai dan foto seri... *begonooo

Langsung aja kali ya, tanpa basa basi lagi, monggo dilihat hasil foto aku :D

Foto Esai

Jenis-Jenis Kue Yang Menjadi Favorit Keluarga Ibu Yulyusyana


 Gambar 1
(Klepon / Onde-Onde)

Gambar 2
(Soes Fla)

Gambar 3
(Cup Cake)

Gambar 4
(Choco Cookies)

Gambar 5
(Donat)


Foto Seri

Langkah-Langkah Membuat Klepon Atau Onde-Onde


Narasi : 

Klepon atau kelepon adalah sejenis makanan tradisonal atau kue tradisional Indonesia yang termasuk kedalam kelompok jajanan pasar. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil yang dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air yang mendidih. Kelepon yang sudah masak lalu digelindingkan diatas parutan kelapa agar melekat, sehingga klepon nampak berbalur parutan kelapa.

Di Sumatera dan di Malaysia, Klepon disebut Onde-onde, Sedangkan di Jawa dan bagian lain di Indonesia, yang disebut onde-onde adalah bola-bola tepung beras berisi adonan kacang hijau yang dibaluri biji wijen. Perbedaan penyebutan antara di Jawa dan di Sumatera-Malaysia ini seringkali menjadi penyebab kekeliruan dan kerancuan dalam mengartikan onde-onde. Klepon atau onde-onde sering dijadikan sebagai cemilan di pagi atau sore hari.

Gambar dibawah diambil ketika Ibu Yulyusyana membuat klepon di sore hari untuk disajikan ke anggota keluarga. Mulai dari menyiapkan bahan-bahan untuk membuat klepon hingga klepon matang dan siap disajikan ke anggota keluarga. Maka dari itu judul untuk foto seri saya yakni Langkah-langkah membuat Klepon atau Onde-onde.


Gambar 1
(Siapkan bahan-bahan pembuatan Klepon yakni Tepung Ketan Putih, Ginju Pandan, Gula Merah, Kelapa Parut, dan Garam Halus secukupnya)

Gambar 2
(Campurkan Tepung Ketan Putih, Air Pandan, dan masukan sedikit Garam Halus)

Gambar 3
(Setelah adonan sudah menyatu, ambil sedikit adonan dan dibulatkan. Jangan lupa isi gula merah didalamnya)

Gambar 4
(Setelah semua adonan selesai dibulatkan dan diisi gula merah, rebus bulatan adonan Klepon ke air yang telah dipanaskan terlebih dahulu)

Gambar 5
(Setelah masak, angkat Klepon dan letakkan ke piring yang telah ditaburi parutan Kelapa. Klepon siap disajikan dan disantap oleh anggota keluarga)


Senin, 18 Mei 2015

Fotografi 9

Hallo... postingan minggu ini masih seputar foto esai dan foto seri. Oke, langsung dilihat aja yaaaa....

Foto Esai

Lokasi Foto Menarik Di Provinsi Bengkulu


- Gambar 1
(View Tower)

- Gambar 2
(Pantai Panjang)

- Gambar 3
(Rumah Bung Karno)


- Gambar 4
(Simpang 5 Kuda)

- Gambar 5
(Pantai Zakat)

Foto Seri

Nurazidah Penjual Keripik Pisang

Narasi :

Ibu Nurazidah merupakan seorang penjual keripik pisang. Setiap harinya ibu Nur menjual keripik pisang dari rumah ke rumah, menitipkan keripiknya diwarung-warung, dan juga menjual di SDN.89 Perumahan Korpri Bengkulu. Pekerjaan ini dia lakukan hanya untuk membantu perekonomian keluarganya. Suaminya bekerja sebagai Supir di TVRI Bengkulu. Ibu Nur sendiri membuat keripik pisang setiap sore. Dia memperoleh buah pisang dari kebun samping rumahnya sendiri. Membuat keripik pisang cukup mudah dan melalui beberapa proses, yakni pertama menebang buah pisang kemudian mengupas semua buah pisang. Setelah buah pisang dikupas, dilanjutkan dengan menggorengnya didalam minyak yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Setelah keripik pisang mulai menguning dan kering lalu kemudian diangkat. Untuk rasa keripik pisang sendiri, ibu Nur hanya menggunakan rasa manis dan asin. Setelah dingin, keripik dimasukkan ke dalam plastik-plastik kecil. Harga yang ditawarkan dalam 1 bungkus keripik pisang ini cukup ekonomis yakni Rp 1000,- per bungkusnya. Setelah semua terbungkus dan diberi perekat, ibu Nur siap menjajakan keripiknya ke warga sekitar rumahnya dan menitipkannya di warung-warung.



- Gambar 1
(Ibu Nurazidah saat menebang Pisang di kebunnya)
  
 - Gambar 2
(Ibu Nurazidah saat mengupas Pisang)
- Gambar 3
(Ibu Nurazidah saat menggoreng Pisang)
- Gambar 4
(Ibu Nurazidah saat membungkus keripik Pisang)

- Gambar 5
(Ibu Nurazidah menjual keripik Pisang di daerah sekitar rumahnya)

 

Minggu, 10 Mei 2015

Fotografi 8

Hai hai guys, kali ini sherly masukin tugas yang sedikit berbeda dengan tugas-tugas yang minggu lalu. Untuk minggu ini aku akan share foto esai dan foto seri. Untuk tugas kali ini sherly tidak menggunakan kamera DSLR melainkan menggunakan kamera Hp Samsung Core GT-I8262. Insyallah hasilnya ga kalah bagusnya sama kamera DSLR ya. *hehe... Kamera Samsung ini standar fotonya sudah lumayan bagus yakni 5MP.

Foto Esai

Bahan Makanan Yang Dijual Di Pasar Kaget 
Pematang Gubernur

- Gambar 1
(Pasar Kaget Pematang Gubernur)

- Gambar 2
(Bawang Merah dan Bawang Putih)

- Gambar 3
(Ayam Potong)

- Gambar 4
(Telur Ayam)

- Gambar 5
(Ikan Tuna)


Foto Seri

Nurazidah Penjual Keripik Pisang

Narasi :


Ibu Nurazidah merupakan seorang penjual keripik pisang. Setiap harinya ibu Nur menjual keripik pisang dari rumah ke rumah, menitipkan keripiknya diwarung-warung, dan juga menjual di SDN.89 Perumahan Korpri Bengkulu. Pekerjaan ini dia lakukan hanya untuk membantu perekonomian keluarganya. Suaminya bekerja sebagai Supir di TVRI Bengkulu. Ibu Nur sendiri membuat keripik pisang setiap sore. Dia memperoleh buah pisang dari kebun samping rumahnya sendiri. Membuat keripik pisang cukup mudah dan melalui beberapa proses, yakni pertama menebang buah pisang kemudian mengupas semua buah pisang. Setelah buah pisang dikupas, dilanjutkan dengan menggorengnya didalam minyak yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Setelah keripik pisang mulai menguning dan kering lalu kemudian diangkat. Untuk rasa keripik pisang sendiri, ibu Nur hanya menggunakan rasa manis dan asin. Setelah dingin, keripik dimasukkan ke dalam plastik-plastik kecil. Harga yang ditawarkan dalam 1 bungkus keripik pisang ini cukup ekonomis yakni Rp 1000,- per bungkusnya. Setelah semua terbungkus dan diberi perekat, ibu Nur siap menjajakan keripiknya ke warga sekitar rumahnya dan menitipkannya di warung-warung.


- Gambar 1
(Ibu Nurazidah saat menebang Pisang di kebunnya)

- Gambar 2
(Ibu Nurazidah saat mengupas Pisang)

- Gambar 3
(Ibu Nurazidah saat menggoreng Pisang)

- Gambar 4
(Ibu Nurazidah saat membungkus keripik Pisang)

- Gambar 5
(Ibu Nurazidah menjual keripik Pisang di daerah sekitar rumahnya)


Senin, 04 Mei 2015

Fotografi 7

Hai... hai semua. Tidak terasa saat ini sudah memasuki bulan Mei ditahun 2015. Postingan kali ini merupakan postingan pertama kalinya dibulan Mei. Jangan bosan dulu melihat postingan aku yaa dan tentunya masih seputar tugas fotografi ;))

  • Foto 31
Freeze
 Tahapan : -
Sudut : Normal Angle
Komposisi : -
Shutter Speed : 1/1600 sec
Diafragma : F/5.6
ISO : 1600
Camera : Canon EOS 1200D
Jam di ambil : 15.14 WIB
Lokasi : Danau UNIB 
 
  • Foto 32
Siluet
 Tahapan : -
Sudut : Normal Angle
Komposisi : -
Shutter Speed : 1/250 sec
Diafragma : F/13
ISO : 100
Camera : Canon EOS 60D
Jam di ambil : 17.49 WIB
Lokasi : Pantai Zakat 
 
  • Foto 33
Landscape
Tahapan : -
Sudut : Normal Angle
Komposisi : -
Shutter Speed : 1/320 sec
Diafragma : F/7.1
ISO : 200
Camera : Canon EOS 60D
Jam di ambil : 09.20 WIB
Lokasi : Danau UNIB

  • Foto 34
Flower
 Tahapan : -
Sudut : Normal Angle
Komposisi : -
Shutter Speed : 1/160 sec
Diafragma : F/7.1
ISO : 200
Camera : Canon EOS 60D
Jam di ambil : 10.29 WIB
Lokasi : Sekitar Dekanat FISIP UNIB
 
  • Foto 35
Panning
 Tahapan : -
Sudut : Normal Angle
Komposisi : -
Shutter Speed : 1/50 sec
Diafragma : F/16
ISO : 200
Camera : Canon EOS 60D
Jam di ambil : 10.39 WIB
Lokasi : Jalan Arah Rektorat UNIB